Pengaturan Taktik Konstitusi Mengubah Hasil Pertandingan Politik
Kritik tajam dari para pemimpin oposisi menuduh adanya keberpihakan dalam tubuh Mahkamah Agung Amerika Serikat. Namun, data dari akhir masa sidang menunjukkan hasil pertandingan hukum yang berbeda. Pengadilan tinggi ini lebih memilih mempertahankan stabilitas aturan daripada memihak figur politik tertentu.
Berdasarkan rekam jejak persidangan, Donald Trump mencatat beberapa kemenangan besar ketika posisinya sejalan dengan agenda jangka panjang Roberts Court. Kesepakatan penting dalam kasus Trump v. Slaughter memberikan kekuasaan penuh kepada presiden untuk melakukan pemecatan pejabat eksekutif. Ini bagaikan klausul rilis instan dalam struktur pemerintahan.
Read Also
Di bidang kompetisi domestik, pengadilan juga memenangkan pembatasan partisipasi atlet transgender dalam kategori olahraga wanita melalui kasus West Virginia v. B.P.J. Keputusan tersebut menyerahkan kendali regulasi kembali ke tingkat negara bagian, mirip dengan bursa transfer kebijakan pasca-kasus aborsi Dobbs.
Menurut analisis John Yoo, pengadilan bukanlah sekutu politik yang bisa disetir dengan mudah. Donald Trump bahkan sempat menelan kekalahan telak saat taktik tarif globalnya dibatalkan karena dinilai melampaui batas kewenangan. Lembaga peradilan tertinggi ini tetap melaju di grid mereka sendiri demi menjaga integritas konstitusi.