Pembentukan Komite Nasional dan Langkah Diplomasi Internasional
Langkah politik ini diambil di tengah mandeknya proses perdamaian yang didukung Amerika Serikat. Berdasarkan analisis para ahli, keputusan strategis ini bertujuan untuk memberikan tekanan diplomatik kepada Israel sekaligus menunjukkan komitmen kesepakatan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hanya staf teknis profesional yang akan tetap bertugas menjaga layanan publik harian.
Kekuasaan pemerintahan kini dialihkan kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza atau NCAG. Berdasarkan data resmi, badan transisi ini dibentuk pada Januari 2026 di bawah Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803. Komite yang dipimpin oleh Ali Abdel Hamid Shaath ini bertugas memulihkan sektor sipil seperti kesehatan dan pendidikan.
Read Also
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menolak keras pengumuman tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah trik politik semata. Menurut Saar, pihak Israel tetap bersikeras pada pelucutan senjata total. "Hamas berusaha mereplikasi model Hezbollah di Gaza, mereka ingin mempertahankan kekuatan militer dominan di balik administrasi sipil," ujar Saar dalam pernyataannya.
Situasi di lapangan tetap tegang karena komite transisi tersebut saat ini masih tertahan di Kairo. Menurut penjelasan pengamat politik Muhammad Shehada, Hamas sedang berusaha membuktikan kepada dunia bahwa Israel merupakan pihak tunggal yang menghalangi rencana perdamaian. Sementara itu, operasi militer dan serangan udara di wilayah Jalur Gaza dilaporkan masih terus berlangsung.