Sisi Humanis Layanan Kesehatan Gaza Lewat Seni Teater
Tur pementasan empat kota ini resmi dimulai di Universitas Negeri Surabaya sebelum menuju Jakarta, Palu, dan Solo. Pertunjukan di ibu kota dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026 di Gedung PPSB Jakarta Barat. Kolaborasi ini menjadi bentuk aksi nyata kemanusiaan lewat medium seni budaya.
Data korban konflik dan kehancuran fasilitas kesehatan di Palestina kini diwujudkan dalam narasi personal yang menyentuh. Pentas ini menyoroti kisah pilu sekaligus ketangguhan seorang dokter perempuan. Tokoh utama tersebut terus bertahan merawat pasien di tengah runtuhnya layanan kesehatan dan kehilangan keluarga.
Read Also
Direktur Utama Adara Relief International, Maryam Rachmayani, menyatakan teater ini mengajak penonton melihat konflik di luar sekadar angka korban. "Melalui teater, penonton diajak melihat sisi humanis dari tragedi Gaza. Tentang ibu yang kehilangan anaknya, tentang tenaga medis yang tetap bertahan di tengah kehancuran," ujarnya.
Sutradara Adipatilawe menerapkan pendekatan artistik minimalis agar penonton fokus menyelami luka psikologis karakter utama. Konteks drama ini memperlihatkan dampak psikologis yang mendalam akibat perang berkepanjangan. Pemeran utama, Firly RJ, mengungkapkan tantangan terbesar adalah menampilkan emosi kompleks tokoh yang persisten dan menolak menyerah pada keadaan.