Respons Kebijakan Publik Terhadap Ancaman Keamanan Suriah
Kementerian Dalam Negeri Suriah mendirikan kembali pos pemeriksaan di persimpangan kritis kota Damaskus. Langkah ini diambil setelah ledakan bom kembar mengguncang ibu kota pada Selasa kemarin, tepat saat Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan kenegaraan resmi.
Ledakan terkoordinasi dari bom rakitan tersebut menewaskan satu orang dan melukai 36 lainnya di dekat hotel rombongan Prancis. Pasukan intelijen mengonfirmasi bahwa mereka menyita material peledak dan drone setiap hari, yang diduga terkait dengan jaringan sel pro-Iran.
Read Also
Pengamat militer Arab Center for Contemporary Studies, Navvar Saban, menyatakan bahwa patroli saja tidak cukup. "Mencegah serangan ini membutuhkan kerja intelijen, pemetaan jaringan, pemantauan bahan peledak, dan peningkatan kerja sama dengan komunitas lokal," ujar Navvar Saban.
Pemerintah transisi kini menghadapi tantangan berat dalam merestrukturisasi kabinet dan lembaga keamanan pasca-kejatuhan Bashar al-Assad. Otoritas harus menekan ancaman teror tanpa mematikan ruang publik yang dibutuhkan untuk menarik investasi asing dan bantuan rekonstruksi internasional.