Kemandirian Alutsista Melalui Kolaborasi Teknologi Militer
Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan industri pertahanan domestik. Kolaborasi antaranegara ini dirancang guna memproduksi sistem persenjataan modern yang akan mendukung armada pesawat tempur TNI saat ini hingga masa depan.
Pengumuman kesepakatan ini dilakukan langsung di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka. Kontrak strategis tersebut melibatkan produsen Bharat Dynamics Limited dan Republikorp untuk rudal udara, serta pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos.
Read Also
Pendiri Republikorp Group Holding Norman Joesoef menegaskan kemitraan ini berdampak besar pada kapasitas industri lokal. "Perjanjian ini menetapkan landasan bagi pengembangan bersama sistem rudal untuk mengurangi ketergantungan pasokan asing dan menciptakan kemandirian operasional militer RI dalam jangka panjang," ujar Norman.
PM Narendra Modi menyatakan komitmennya untuk memperluas cakupan kerja sama bilateral, termasuk keamanan maritim di Samudera Hindia. Sejalan dengan itu, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia memperdalam dialog keamanan serta pengembangan kapasitas teknologi baru guna menghadapi tantangan global.