Restrukturisasi Kebijakan Publik AS Picu Kekhawatiran Sektor Kesehatan Global
Krisis ini terjadi seiring langkah Kementerian Luar Negeri AS merestrukturisasi program kesehatan global demi kendali yang lebih besar. Kebijakan ini mengubah pendekatan taktis pada program PEPFAR yang dirintis sejak tahun 2003. Program andalan ini tercatat telah menyelamatkan lebih dari 26 juta jiwa, sebagian besar berada di benua Afrika.
Analisis lembaga wadah pemikir Health Security Policy Academy menunjukkan penghentian 120 bantuan dana ini berdampak langsung pada 8,7 juta pasien di seluruh dunia. Tanpa mekanisme pengganti yang siap, negara seperti Mozambik, Tanzania, dan Afrika Selatan akan menghadapi kehancuran sistem operasional klinis serta pemutusan akses obat-obatan kritis.
Read Also
Kritik tajam datang dari internal praktisi kesehatan. Menurut mantan pejabat CDC, sistem baru ini mengalihkan kendali dari para ahli kesehatan ke birokrasi politik. "Ini bukan menyerahkan tugas kepada kelompok ahli lain, melainkan merampasnya dari tangan para ahli dan memasukkannya ke dalam kotak besar penuh tanda tanya", ujarnya.
Mantan Direktur CDC memperingatkan bahwa skema menu layanan berbayar berisiko meruntuhkan perancah keahlian program sebelum alternatif yang efektif siap. Dampak ke depan dari kebijakan ini dinilai akan memperlemah keamanan siber kesehatan global, meningkatkan angka penularan pada bayi, dan memicu lonjakan angka kematian yang masif.