Kebijakan Publik dan Dampak Ekonomi Pasca-Bencana
Bencana alam kembar pada 24 Juni tersebut menghantam Venezuela yang masih tidak stabil setelah penangkapan Nicolás Maduro enam bulan lalu. Kemarahan publik merebak karena respons otoritas dinilai lambat. Krisis ini mengekspos kerentanan politik pemerintah transisi di bawah pengawasan ketat Amerika Serikat.
Data resmi mencatat 3.811 korban jiwa, 16.000 warga terluka, dan 17.000 lainnya kehilangan tempat tinggal. Program Pembangunan PBB (UNDP) mengestimasi kerugian ekonomi mencapai 6% dari produk domestik bruto negara. Kapasitas respons negara melemah akibat penurunan fungsi institusi selama 25 tahun terakhir.
Read Also
Analis International Crisis Group Phil Gunson menyatakan bahwa pemulihan membutuhkan dana besar yang tidak dimiliki pemerintah. Namun, Delcy Rodríguez membantah tudingan lamban dengan mengerahkan 19.000 personel. Imdat Oner dari Florida International University menilai krisis ini justru dapat memperkuat otoritas Rodríguez melalui regulasi darurat.
Oposisi yang dipimpin peraih Nobel Perdamaian María Corina Machado mengkritik keras pemerintah setelah dirinya dilarang masuk ke Venezuela untuk membantu. Sementara itu, Washington tampaknya tetap mendukung Rodríguez demi menjaga stabilitas pasokan minyak. Implikasinya, negosiasi transisi demokrasi penuh dan pemilu akan tertunda lebih lama.