Dampak Gempa Bumi Beruntun Picu Krisis Identifikasi Jenazah massal
Pemerintah Venezuela mengerahkan alat berat di pemakaman La Esperanza untuk menggali lebih dari 500 liang lahat baru. Langkah darurat ini diambil setelah dua gempa besar mengguncang wilayah tersebut hampir dua pekan lalu. Citra satelit menunjukkan puluhan baris parit pemakaman baru telah siap digunakan.
Bencana alam mematikan ini telah menewaskan sedikitnya 3.685 orang dan melukai 16.740 warga lainnya menurut data resmi pemerintah. Selain itu, sekitar 17.907 orang terpaksa mengungsi. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa setidaknya 150 makam dikhususkan untuk jenazah tanpa identitas yang belum diklaim oleh keluarga.
Read Also
Petugas menandai setiap makam dengan kode khusus dan batu putih untuk mempermudah pelacakan di masa depan. "Mereka dimakamkan di area khusus agar saat pengecoran beton dimulai, keluarga dapat mengidentifikasi kerabat mereka", ujar Nicolás Rivas, anggota dewan komunitas Chaparral Los Pinos kepada Reuters.
Banyak keluarga korban masih menunggu kepastian di tengah proses evakuasi yang terus berjalan. Skala kehancuran yang masif menyulitkan proses identifikasi forensik secara cepat. Kebijakan pengodean makam darurat ini diharapkan mampu memberikan pemakaman yang layak sekaligus menjaga hak informasi bagi para korban hilang.