Krisis Layanan Kesehatan Menghantam Pengungsi Pasca Bencana Gempa Venezuela
Pemerintah Venezuela mengonfirmasi lonjakan korban jiwa yang masif pasca bencana alam bulan lalu. Presiden Majelis Nasional, Jorge Rodrigues, menyatakan bahwa sedikitnya 16.740 orang mengalami luka-luka. Selain itu, tercatat sebanyak 17.907 warga terpaksa mengungsi karena kehilangan tempat tinggal mereka.
Kondisi kamp pengungsian di sepanjang pesisir utara Venezuela kini sangat memprihatinkan akibat keterbatasan air bersih. Berdasarkan laporan medis di negara bagian La Guaira, rumah sakit lapangan mulai kebanjiran pasien. Para pengungsi terserang epidemi penyakit kulit, diare, serta kehabisan pasokan obat-obatan esensial.
Read Also
Direktur Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO), Jarbas Barbosa, memperingatkan risiko penularan penyakit yang fatal di penampungan. "Risiko kesehatan terbesar kini bersumber dari gangguan layanan kesehatan, sanitasi buruk, dan minimnya akses vaksinasi," ujarnya. PAHO kini mendesak pemulihan fasilitas medis darurat.
Di tengah tekanan ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa meluncurkan permohonan bantuan internasional sebesar 300 juta dolar AS. Krisis multidimensi ini memaksa pemerintahan Presiden Delcy Rodriguez melunakkan sikap politiknya. Mereka kini membuka diri dan bekerja sama dengan LSM kemanusiaan demi mempercepat evakuasi serta pemulihan pasca bencana.