Investigasi PBB Mengungkap Kekejaman Terhadap Anak-Anak di Gaza
Srinivasan Muralidhar, pensiunan hakim berusia 64 tahun dari New Delhi, kini berada di baris depan akuntabilitas global. Laporan setebal 94 halaman dari Komisi Penyelidik Internasional Independen PBB bentukan Dewan HAM PBB ini memeriksa pelanggaran berat hukum internasional terhadap anak-anak di Gaza sejak pecahnya konflik pada Oktober 2023 hingga Oktober 2025.
Data komisi menunjukkan militer Israel membunuh sedikitnya 20.179 anak-anak Palestina dalam dua tahun perang, mencakup hampir 30 persen dari total korban jiwa. Investigasi ini juga mendokumentasikan 44.000 anak terluka, 58.000 anak yatim piatu, serta pola serangan presisi menggunakan penembak jitu dan drone yang menargetkan warga sipil muda.
Read Also
"Bukti-bukti menunjukkan bahwa anak-anak Palestina telah secara sengaja dijadikan target dan dibunuh oleh pasukan keamanan Israel," ujar Muralidhar. Laporan tersebut merekomendasikan agar negara-negara anggota PBB segera menghentikan pasokan senjata ke Israel dan mendesak penangkapan pejabat yang buron oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Keterlibatan Muralidhar memicu dilema politik di India, mengingat New Delhi adalah pembeli senjata terbesar Israel di bawah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi. Hubungan dagang ini berpusat pada konglomerat sekutu Modi yang memproduksi drone Hermes 900 untuk militer Israel, menegaskan bahwa tanggung jawab konflik kini melintasi batas-batas negara.