Ketegangan Selat Hormuz Memicu Pembatalan Kebijakan Publik Terkait Sanksi Minyak
Komando Sentral AS atau CENTCOM mengonfirmasi operasi militer tersebut dimulai pada hari Selasa waktu setempat. Langkah agresif ini diambil sebagai respons langsung atas tindakan Iran yang dituduh menyerang tiga kapal komersial yang tengah melintasi jalur laut internasional.
Media lokal Iran melaporkan serangkaian ledakan hebat mengguncang kota pelabuhan Sirik, Pulau Qeshm, hingga Bandar Abbas. Insiden ini terjadi setelah sebuah kapal tanker Qatar dan kapal berbendera Arab Saudi dilaporkan rusak akibat hantaman proyektil dan rudal di perairan tersebut.
Read Also
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras serangan itu dan menyatakan AS harus bertanggung jawab atas pelanggaran kesepakatan bulan Juni. Berdasarkan dokumen tersebut, AS seharusnya mencabut blokade maritim dengan imbalan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh pihak Teheran.
Situasi memburuk setelah Departemen Keuangan AS resmi mencabut penangguhan sanksi minyak Iran yang baru berjalan singkat. Keputusan ini berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas dan mengganggu stabilitas pasar energi global serta keamanan regional.