Aceh Bener Meriah Kementerian PU

Warga Aceh Patungan Rp1 Miliar Perbaiki Jembatan Nasional

Media Nama 2026-07-08 Aceh

Warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menggalang dana mandiri hingga Rp1 miliar untuk memperbaiki Jembatan Enang-Enang setelah berbulan-bulan telantar tanpa penanganan pusat.

Warga bergotong royong memperbaiki jembatan nasional di Bener Meriah Aceh

Warga bergotong royong memperbaiki jembatan nasional di Bener Meriah Aceh

Krisis Infrastruktur Daerah Memicu Swadaya Masyarakat di Jalur Nasional

Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengalami kerusakan parah akibat bencana hidrometeorologi sejak November 2025. Infrastruktur vital ini merupakan urat nadi distribusi logistik nasional, pariwisata, serta jalur utama pengiriman komoditas kopi gayo dari Dataran Tinggi Gayo menuju wilayah pesisir Aceh.

Lantaran tidak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Pusat, warga Kampung Alur Cincin dan Alur Gading akhirnya berinisiatif mengumpulkan dana swadaya. Masyarakat menyewa alat berat ekskavator secara mandiri serta menyumbang bahan bakar demi membuka kembali jalur nasional yang tertimbun longsor hampir satu tahun tersebut.

Kepala Dinas Kominfo Bener Meriah, Ilham Abdi, menjelaskan bahwa jembatan ini berstatus Jalan Nasional di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum. "Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan mengalokasikan anggaran anggaran daerah karena berpotensi menyalahi aturan perundang-undangan dan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan," ujarnya.

Keterlambatan perbaikan ini berdampak serius pada roda perekonomian lokal akibat pengalihan rute alternatif yang sempit dan rusak. Penundaan eksekusi oleh kementerian terkait memicu perdebatan mengenai birokrasi kebijakan publik dan lambatnya respons pemerintah pusat dalam menangani infrastruktur strategis di daerah.

Aceh Bener Meriah Kementerian PU Infrastruktur Jembatan Enang-Enang Kopi Gayo

Banyu Renjana

Jurnalis Berita & Peristiwa Terkini - Media Nama

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 12 tahun meliput berita terkini di Indonesia. Mengkhususkan diri pada peristiwa penting, krisis kemanusiaan, dan isu-isu sosial yang berdampak luas bagi masyarakat. Dikenal dengan gaya penulisan yang lugas dan mendalam.