Jejak Politik Calla Walsh dan Dampaknya Terhadap Koalisi Sayap Kiri
Calla Walsh, seorang aktivis progresif yang kini bekerja sebagai jurnalis di Lebanon, muncul dalam siaran stasiun televisi pemerintah Iran, PressTV. Dalam wawancara di tengah prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran tersebut, Walsh melontarkan pujian kontroversial. Ia menyebut mendiang Ayatollah Ali Khamenei sebagai sosok pemimpin anti-imperialis terbesar dalam sejarah hidupnya.
Rekam jejak Walsh di panggung politik Amerika Serikat tercatat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Majalah Boston mencatat peran penting Walsh sebagai penggerak kelompok pemuda yang memenangkan Senator Ed Markey pada pemilu primer Demokrat 2020. Sebelumnya, ia juga aktif bekerja sebagai relawan digital untuk kampanye presiden Senator Elizabeth Warren.
Read Also
"Bagi saya, beliau adalah pemimpin anti-imperialis terbesar yang hidup di masa saya. Beliau memimpin semua orang di dunia yang berjuang melawan imperialisme, arogansi, Zionisme, dan genosida," ujar Walsh dalam wawancara tersebut. Berdasarkan laporan Dewan Nasional Perlawanan Iran, rezim Khamenei dituduh bertanggung jawab atas kematian ribuan warga sipil selama 37 tahun kekuasaannya.
Kemunculan Walsh di Teheran memicu reaksi keras karena merusak narasi kebijakan publik kelompok moderat. Sebelum insiden ini, Walsh juga dilaporkan pernah terlibat dalam aksi protes radikal di Minneapolis dan menyuarakan slogan anti-Amerika. Hingga berita ini diturunkan, pihak Elizabeth Warren maupun Ed Markey belum memberikan pernyataan resmi terkait tindakan mantan relawan mereka.