Inovasi Pembelajaran Melalui Penguatan Infrastruktur Kampus Unsika
Universitas Singaperbangsa Karawang resmi memulai pembangunan Gedung Dome di Kampus 2 melalui prosesi peletakan batu pertama. Proyek monumental ini menelan investasi total sebesar Rp118.429.739.800 yang akan dikerjakan dalam tiga tahap. Fasilitas baru ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan akademik, olahraga, dan seni budaya skala besar.
Gedung Dome ini berdiri di atas lahan dengan luas bangunan mencapai 6.156 meter persegi di pusat Kabupaten Karawang. Infrastruktur modern ini dirancang lengkap dengan lapangan sepak bola mini, lapangan basket, panggung wisuda, hingga ruang medis. Kehadiran gedung berkapasitas masif ini sekaligus menjawab kebutuhan fasilitas publik representatif di daerah tersebut.
Read Also
Rektor Unsika, Ade Maman Suherman menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan komitmen nyata untuk melengkapi sarana Tridharma Perguruan Tinggi. "Kehadiran Gedung Dome diharapkan mampu menunjang aktivitas mahasiswa hingga kegiatan kemasyarakatan luas," ujar Ade. Menurutnya, fasilitas ini akan membawa dampak positif bagi kemajuan daerah yang sedang berkembang pesat.
Pemerintah daerah menyambut baik proyek ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan penyediaan ruang publik. Kepala Dinas Pendidikan Karawang, Wawan Setiawan menilai pembangunan ini memperkuat posisi Unsika sebagai kampus unggulan. Transformasi infrastruktur ini diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas dan memperluas aksen digital di masa depan.