Serangan Kapal Kargo Mengancam Stabilitas Jalur Pasokan Minyak Dunia
Pemulihan ini merespons pembukaan blokade yang sempat melumpuhkan urat nadi perdagangan energi global. Para pelaku industri maritim langsung memanfaatkan celah gencatan senjata berdurasi 60 hari ini untuk menguras tangki penyimpanan minyak mentah mereka sebelum ketegangan baru kembali pecah.
Data AXS Marine mencatat 125 transit kapal terjadi sepanjang 15 hingga 21 Juni, rekor tertinggi sejak konflik pecah Februari lalu. Puncaknya terjadi pada 24 Juni dengan 62 penyeberangan komersial dalam sehari, meski angka ini baru mencapai 53 persen dari volume periode sama tahun lalu.
Read Also
Kepercayaan pasar kembali goyah setelah kapal kontainer Ever Lovely berbendera Singapura dihantam proyektil di lepas pantai Oman. Berdasarkan keterangan pejabat Amerika Serikat, serangan tersebut diduga kuat dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran setelah mereka mengeluarkan instruksi rute sepihak.
Kondisi ini mengancam neraca perdagangan global mengingat Selat Hormuz mengontrol sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Konflik berkepanjangan di titik krusial ini diprediksi akan menahan laju investasi asing dan memicu gejolak harga energi yang mempersulit pemulihan ekonomi global.