Ketidakhadiran Mojtaba Khamenei dan Implikasi Kebijakan Publik Iran
Gelombang pelayat memenuhi halaman masjid di Teheran untuk memberi penghormatan terakhir kepada mendiang Ali Khamenei. Namun, perhatian publik justru teralihkan oleh rumor kehadiran Mojtaba Khamenei yang diduga bersembunyi di balik jubah ulama pada sebuah balkon. Spekulasi ini mencerminkan kegelisahan publik yang mendalam mengenai arah masa depan kepemimpinan di tengah konflik regional.
Mojtaba dilaporkan terluka dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Februari lalu yang menewaskan keluarganya. Sejak saat itu, ia belum pernah muncul di publik dan hanya berkomunikasi lewat pernyataan tertulis. Ketidakhadirannya memicu tanda tanya besar dari kubu oposisi, sementara pejabat Teheran bersikeras bahwa ia telah pulih sepenuhnya dan memimpin strategi perang.
Read Also
Menurut Mohsen Milani, profesor pengamat Timur Tengah, risiko keamanan menjadi alasan utama isolasi ini. "Mengingat besarnya kegagalan intelijen selama perang, kemunculan publik Mojtaba dapat mengeksposnya pada ancaman pembunuhan," ujar Milani. Hal ini dinilai dapat membahayakan proses negosiasi penting yang sedang berjalan antara pihak Teheran dengan Washington.
Kondisi ini berpotensi memperlebar faksi di internal kabinet dan mengancam koalisi pemerintahan Iran. Kelompok garis keras mulai menuduh tim negosiator mengabaikan perintah, memicu ketegangan yang menargetkan Presiden Masoud Pezeshkian. Jika Mojtaba terus memimpin dari balik bayangan, legitimasi politiknya akan terus diuji oleh rumor dan ketidakpastian domestik.