Ketegangan Militer Meningkat Akibat Digitalisasi dan Modernisasi Senjata
Uji coba peluncuran rudal strategis dengan hulu ledak palsu ini mendarat tepat di perairan internasional Samudra Pasifik. Angkatan Laut People's Liberation Army mengklaim operasi ini sesuai hukum internasional dan merupakan bagian dari latihan rutin tahunan mereka.
Rudal tersebut melintasi zona ekonomi eksklusif beberapa negara kepulauan seperti Mikronesia, Nauru, Kiribati, dan Tuvalu. Keamanan siber dan pengawasan ketat dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa senjata yang diuji memiliki kemampuan nuklir jarak jauh.
Read Also
Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, menyatakan keprihatinan mendalam karena wilayah tersebut merupakan zona bebas nuklir. "Kami tidak ingin China menjadikan Pasifik Selatan sebagai tempat uji coba kemampuan rudal mereka," tegas Peters dalam pernyataan resminya.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, turut menilai aksi ini sebagai langkah yang mengganggu stabilitas kawasan. Modernisasi militer China yang cepat dan kurangnya transparansi dinilai memperburuk ketegangan geopolitik global serta memicu respons defensif dari sekutu barat.