Upaya Menekan Defisit Dagang Terganjal Kebutuhan Energi dan Logistik
Uni Eropa dan China merilis pernyataan bersama untuk menyeimbangkan perdagangan kedua wilayah ekonomi terbesar ini. Kebijakan ini diambil setelah pertemuan intensif di Brussels yang membahas pembatasan akses pasar. Kedua pihak kini sepakat membentuk kelompok kerja bilateral baru guna memantau arus barang secara berkala.
Data menunjukkan defisit perdagangan barang Uni Eropa dengan China melonjak 15 persen menjadi 360 miliar euro tahun lalu. Seluruh 27 negara anggota mencatat defisit yang terus melebar hingga mencapai 98 miliar euro pada kuartal pertama. Peralatan listrik dan mesin manufaktur mendominasi komoditas impor utama.
Read Also
Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic menegaskan sengketa ketimpangan dagang dan kontrol ekspor harus menghasilkan tindakan nyata sebelum Oktober. Menurut Gabriel Wildau dari Teneo, ancaman terhadap industri Eropa telah mencapai titik kritis. Namun, Beijing menunjukkan keengganan untuk meredam surplus perdagangan tersebut.
Situasi kian rumit karena gelombang panas bersejarah memaksa warga Eropa memborong pendingin ruangan buatan China. Selama ini Eropa menolak penggunaan AC demi komitmen perubahan iklim dan estetika arsitektur. Ketergantungan baru ini memperlemah posisi tawar Brussels dalam menerapkan kebijakan stimulus fiskal domestik.