Prabowo Subianto Bendungan Meninting Kementerian Pertanian

Prabowo Resmikan Lima Bendungan Baru Dongkrak Produksi Beras

Media Nama 2026-07-11 Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan baru senilai Rp9,79 triliun yang diproyeksikan mampu mendongkrak produksi beras nasional hingga satu juta ton.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat.

Stimulus Infrastruktur Air Menuju Kemandirian Pangan Nasional

Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan baru yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Nusa Tenggara Barat. Infrastruktur masif ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan. Proyek ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mengamankan pasokan air pertanian.

Total investasi negara untuk pembangunan kelima infrastruktur air ini mencapai Rp9,79 triliun. Selain Bendungan Meninting di Lombok Barat, empat bendungan lainnya berlokasi di wilayah strategis. Bendungan Keureuto dan Rukoh berada di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.

Kombinasi infrastruktur modern dan inovasi pertanian diyakini mampu membawa perubahan besar bagi sektor pangan. "Menteri Pertanian melaporkan kepada saya lima bendungan ini, nanti dengan teknologi, dengan benih yang terbaik, bisa menghasilkan satu juta ton beras," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pidato resminya.

Pemerintah optimistis proyek ini memberikan dampak luas bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan petani domestik. Pasokan air yang stabil dari bendungan berkapasitas jutaan meter kubik ini akan memicu peningkatan frekuensi panen. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan laju inflasi pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Prabowo Subianto Bendungan Meninting Kementerian Pertanian Infrastruktur Ketahanan Pangan Beras

Banyu Renjana

Jurnalis Berita & Peristiwa Terkini - Media Nama

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 12 tahun meliput berita terkini di Indonesia. Mengkhususkan diri pada peristiwa penting, krisis kemanusiaan, dan isu-isu sosial yang berdampak luas bagi masyarakat. Dikenal dengan gaya penulisan yang lugas dan mendalam.