Donald Trump Gedung Putih Pemilu AS

Gedung Putih Cari Celah Langkahi Komisi Pemilihan AS

Media Nama 2026-07-11 Donald Trump

Gedung Putih berupaya melangkahi lembaga pemilu federal dan menggunakan wewenang darurat guna mengubah sistem mesin pemungutan suara menjelang pemilu.

Gedung Putih di Washington DC Amerika Serikat

Gedung Putih di Washington DC Amerika Serikat

Intervensi Kebijakan Publik dan Perebutan Kendali Pemilu Amerika

Pemerintahan Donald Trump dilaporkan menghabiskan waktu berbulan-bulan mencari celah hukum untuk menghindari peran Election Assistance Commission (EAC). Langkah ini diambil sebelum presiden memecat para pemimpin lembaga independen tersebut. Beberapa pejabat frustrasi karena EAC dinilai lambat memperbarui panduan mesin cetak suara untuk negara bagian.

Lembaga pemilu federal tersebut kini lumpuh tanpa kuorum setelah Donald Trump memecat dua komisioner dari Partai Demokrat dan membiarkan satu-satunya komisioner Republik mundur. Padahal, Kongres baru saja menyetujui stimulus fiskal senilai 45 juta dolar AS untuk tahun anggaran 2026 guna memperkuat sistem administrasi pemilu daerah.

Oposisi bereaksi keras terhadap pemecatan mendadak ini. "Ini adalah upaya berani untuk merebut kendali pemilu sebelum satu suara pun diberikan," ujar Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer. Menurut Schumer, tindakan eksekutif ini merusak integritas lembaga independen yang bertugas mensertifikasi sistem pemungutan suara di seluruh negeri.

Analisis internal menunjukkan pejabat Gedung Putih sempat mengkaji rekomendasi intelijen untuk mendeklarasikan darurat nasional sejak musim gugur lalu. Langkah ekstrem ini dirancang agar gugus tugas federal bisa langsung memaksa negara bagian mengubah prosedur pemilu tanpa persetujuan EAC, sebuah manuver yang memicu perdebatan konstitusional baru.

Donald Trump Gedung Putih Pemilu AS Politik Global Kebijakan Publik EAC

Banyu Renjana

Jurnalis Berita & Peristiwa Terkini - Media Nama

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 12 tahun meliput berita terkini di Indonesia. Mengkhususkan diri pada peristiwa penting, krisis kemanusiaan, dan isu-isu sosial yang berdampak luas bagi masyarakat. Dikenal dengan gaya penulisan yang lugas dan mendalam.