Dorong Kemandirian Ekonomi Melalui Ruang Pembelajaran Inklusif
Nisa lincah menggerakkan jemarinya saat menawarkan teh dan pastry di halaman Kampus Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat. Perempuan tuli ini memanfaatkan momentum bazar UMKM untuk membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berwirausaha secara mandiri.
Bazar dalam rangka merayakan hari jadi pertama Komunitas Isyart ini melibatkan 14 pelaku UMKM ramah disabilitas. Selain memamerkan produk kuliner dan kreatif, acara ini menghadirkan diskusi interaktif mengenai pentingnya akses pendidikan yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Read Also
Dekan Fakultas Desain dan Industri Kreatif Universitas Esa Unggul, Indra Gunara, menegaskan komitmennya terhadap digitalisasi dan inklusi. "Mahasiswa disabilitas memiliki potensi bersaing yang setara, sehingga mereka membutuhkan ruang strategis untuk mengembangkan kewirausahaan," ujarnya.
Suster Prima Tarcicia selaku panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini mendukung penuh Unit Layanan Disabilitas kampus. Langkah konkret ini diharapkan mampu meruntuhkan sekat sosial, membangun kepercayaan diri pelaku usaha, serta memperluas akses pasar bagi produk lokal.