Militer Politik Asia Pasifik

Analisis Hubungan Koalisi Militer China dan Korea Utara

Media Nama 2026-07-11 Militer

Koalisi militer antara China dan Korea Utara kini genap berusia 65 tahun dan tetap bertahan kokoh karena desakan kebutuhan strategis kedua negara.

Pertemuan pejabat tinggi pertahanan antara pemerintah China dan Korea Utara.

Pertemuan pejabat tinggi pertahanan antara pemerintah China dan Korea Utara.

Dinamika Pakta Pertahanan dan Kebijakan Publik Korut-China

Hubungan bilateral ini diresmikan melalui Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Bersama pada 1961 oleh Zhou Enlai dan Kim Il Sung. Pakta pertahanan ini mewajibkan kedua negara saling membantu jika terjadi serangan militer dari luar. Perdana Menteri Korea Utara Pak Thae Song baru saja mengunjungi Beijing guna memperingati kerja sama bersejarah ini.

China telah bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, sedangkan Korea Utara tetap terisolasi akibat sanksi internasional. Kendati demikian, aliansi ini berhasil melewati era Perang Dingin dan runtuhnya Uni Soviet. Beijing terus menyalurkan bantuan ekonomi karena tidak menginginkan adanya gelombang pengungsi besar di sepanjang perbatasan.

Bagi Beijing, stabilitas kawasan Asia Timur jauh lebih penting daripada ambisi nuklir Pyongyang. Menurut analisis pengamat, China membutuhkan Korea Utara sebagai penyangga geopolitik demi membendung kehadiran pasukan Amerika Serikat di Semenanjung Korea. Beijing mengambil sikap hati-hati dengan mendukung sanksi PBB namun tetap menjaga kelangsungan rezim Kim Jong Un.

Kini kedekatan Korea Utara dan Rusia melalui pakta pertahanan baru 2024 mulai mengubah peta politik kawasan. Pemimpin Kim Jong Un mendapatkan alternatif pasokan energi serta teknologi militer baru dari Moskow. Hal ini memaksa China memperkuat front persatuan dengan Korea Utara guna mengimbangi aliansi militer Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.

Militer Politik Asia Pasifik China Korea Utara Hubungan Internasional

Banyu Renjana

Jurnalis Berita & Peristiwa Terkini - Media Nama

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 12 tahun meliput berita terkini di Indonesia. Mengkhususkan diri pada peristiwa penting, krisis kemanusiaan, dan isu-isu sosial yang berdampak luas bagi masyarakat. Dikenal dengan gaya penulisan yang lugas dan mendalam.