Skandal Video Cameo dan Investigasi Regulasi Perjudian
Pemain bintang bisbol Amerika Serikat Bryce Harper akhirnya angkat bicara mengenai video kontroversial yang direkamnya pada November 2024. Video ucapan liburan tersebut kini menjadi alat bukti dalam gugatan hukum terhadap perusahaan judi olahraga raksasa, FanDuel. Penggugat menuduh platform tersebut sengaja mengeksploitasi ketergantungan judi para pemain besar.
Kasus ini bermula dari gugatan Terry Thompson, seorang petaruh yang menderita kerugian lebih dari 1,5 juta dolar AS di platform tersebut. Harper berdalih dirinya hanya memenuhi permintaan video ucapan pribadi berbayar melalui aplikasi Cameo. Namun, pihak FanDuel kemudian menyematkan logo perusahaan dan menggunakannya sebagai sarana promosi komersial.
Read Also
Melalui pernyataan resminya, Harper membela diri atas tuduhan promosi terselubung tersebut. "FanDuel menempelkan logo mereka pada video tersebut dan menggunakannya untuk promosi perjudian. Saya tidak tahu mereka akan melakukan ini dan saya tidak memberikan izin," tulis Harper dalam klarifikasi di akun media sosial pribadinya.
Meski demikian, kredibilitas bantahan Harper kini dipertanyakan karena ia secara eksplisit menyebut nama merek tersebut dalam naskah video yang dibacanya. Kasus ini kini berada di bawah pengawasan ketat Komisi Pengawas Perjudian Pennsylvania untuk melihat potensi pelanggaran etika dan regulasi periklanan industri taruhan.