International Relations Conflict US-Iran

Bisakah Pakistan Mediasi AS dan Iran Saat Kepercayaan Runtuh?

Media Nama 2026-07-14 International Relations

Pakistan kini berjuang keras di jalur diplomasi setelah nota kesepahaman damai antara Amerika Serikat dan Iran yang mereka mediasi resmi kolaps.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif saat menandatangani nota kesepahaman damai antara AS dan Iran.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif saat menandatangani nota kesepahaman damai antara AS dan Iran.

Upaya Diplomasi Pakistan Menghadapi Kebuntuan Militer di Selat Hormuz

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersejarah pada Juni lalu guna memperpanjang gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, kesepakatan damai tersebut hancur dalam kurun waktu kurang dari empat minggu. Washington meluncurkan serangan udara baru, sementara Teheran membalas dengan menargetkan pangkalan militer sekutu AS di kawasan Teluk.

Kegagalan ini menandai kali ketiga runtuhnya gencatan senjata sejak April lalu, memicu kekhawatiran meluasnya konflik regional. Militer AS kini kembali menerapkan blokade laut di Selat Hormuz dan mengancam tarif 20 persen bagi kapal yang melintas. Sementara itu, serangan balasan Iran telah menghantam infrastruktur transportasi serta wilayah Qatar, mencederai sejumlah warga sipil.

Menurut Javad Heiran-Nia, direktur Persian Gulf Studies Group di Teheran, nota kesepahaman tersebut sejak awal gagal menyelesaikan akar konflik substantif. "MoU tersebut hanya berfungsi sebagai instrumen taktis jangka pendek untuk membuka kembali jalur pelayaran internasional," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kedua negara saat ini lebih memilih konfrontasi militer guna memperkuat posisi tawar masing-masing.

Pakistan, bersama mediator lain seperti Qatar dan Oman, kini memiliki ruang manuver yang sangat terbatas dalam kebijakan publik internasional. Kendati demikian, Islamabad terus menekan jalur komunikasi diplomatik guna mencegah eskalasi tak terkendali yang dapat merusak stabilitas pasar energi global. Konflik ini diperkirakan tetap buntu selama kedua pihak menolak berbagi kendali navigasi di Selat Hormuz.

International Relations Conflict US-Iran Pakistan Middle East Diplomacy

Banyu Renjana

Jurnalis Berita & Peristiwa Terkini - Media Nama

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 12 tahun meliput berita terkini di Indonesia. Mengkhususkan diri pada peristiwa penting, krisis kemanusiaan, dan isu-isu sosial yang berdampak luas bagi masyarakat. Dikenal dengan gaya penulisan yang lugas dan mendalam.