Ketegangan Diplomatik Meningkat Akibat Penahanan Pejabat Amerika Serikat di Tepi Barat
Insiden bermula saat iring-iringan kendaraan Ro Khanna dihadang oleh sekelompok pemukim ilegal bersenjata selama dua puluh menit di Tepi Barat. Situasi memburuk ketika tentara Israel datang dan ikut memblokir jalan hingga lebih dari satu jam. Ketegangan ini baru mereda setelah politisi Partai Demokrat tersebut menghubungi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Israel.
Bukannya menyelidiki insiden penahanan warga negaranya, sekutu politik pro-Israel di Washington dan Tel Aviv justru meluncurkan serangan balik. Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Michael Leiter menuduh Khanna sengaja memicu insiden untuk mengalihkan isu politik domestik. Narasi penolakan ini mempertegas impunitas yang dinikmati oleh kelompok pemukim garis keras di wilayah pendudukan.
Read Also
"Militer Israel berbohong. Mereka membiarkan pemukim ekstremis menahan pejabat pemerintah Amerika Serikat dengan senapan M4 dan merusak kendaraan kami," ujar Khanna dalam wawancara tegas dengan NBC News. Ia menolak narasi bahwa aksi tersebut merupakan rekayasa politik dan menuntut akuntabilitas penuh dari otoritas hukum setempat.
Kasus ini mencuat di tengah sorotan tajam terhadap kebijakan publik luar negeri Amerika Serikat yang dinilai standar ganda. Mahkamah Internasional sebelumnya telah menyatakan bahwa pendudukan Tepi Barat berstatus ilegal menurut hukum internasional. Meskipun kekerasan terhadap warga Amerika Serikat terus berulang, Israel tetap menerima stimulus militer terbesar dari Washington.