Ujian Berat Koalisi Netanyahu dan Krisis Kebijakan Publik
Knesset mengumumkan bahwa kabinet kanan jauh pimpinan Benjamin Netanyahu menjadi pemerintahan pertama dalam setengah abad yang mampu menyelesaikan penuh masa jabatan empat tahun. Pengumuman ini meredam spekulasi pembubaran parlemen lebih awal. Pemilu mendatang dipastikan berjalan di bawah bayang-bayang kritik keras publik terkait kegagalan keamanan domestik.
Berdasarkan jajak pendapat terbaru Channel 13, partai Yashar pimpinan mantan kepala staf militer Gadi Eisenkot unggul tipis atas partai Likud milik Benjamin Netanyahu. Sebelum masa reses, pemerintah kini bergegas meloloskan beberapa legislasi kontroversial. Rencana itu mencakup reformasi yudisial dan penundaan wajib militer bagi kelompok ultra-Ortodoks.
Read Also
Menurut analisis Yossi Mekelberg dari Chatham House, momentum ini akan menjadi pemilu paling krusial sekaligus toksik sejak tahun 1948. Mekelberg menyatakan, "Hubungan Israel dengan dunia internasional, termasuk Amerika Serikat, telah rusak akibat konflik yang tak kunjung usai. Setiap hari pemerintah memperkenalkan legislasi yang merusak fondasi demokrasi."
Konsekuensi kebijakan perang di Gaza serta tuntutan hukum atas kasus korupsi pribadi kini mengancam posisi Benjamin Netanyahu yang sudah berusia 76 tahun. Publik menuntut akuntabilitas atas kegagalan militer dan isolasi diplomatik global. Pemilu ini akan menentukan arah baru bagi stabilitas politik internal Israel serta geopolitik kawasan Timur Tengah ke depan.