Ketegangan Kebijakan Publik dan Polarisasi Ideologi Jelang Pemilu
Presiden Trump membagikan video berdurasi 49 menit dari komentator konservatif Michael Savage lewat media sosial. Unggahan tersebut secara terbuka menyerang kelompok sosialis demokratis di Amerika Serikat. Secara khusus, video itu menargetkan Wali Kota New York City Zohran Mamdani yang berlatar belakang sosialis.
Dalam rekaman tersebut, Savage menyamakan program sosial gratis bentukan Mamdani dengan rezim otoriter Pol Pot di Kamboja. Ia mendesak agar para politisi sayap kiri ini segera dikriminalisasi dan dideportasi. Langkah Trump mendukung video ini mengejutkan publik mengingat ia sempat menyambut Mamdani di Gedung Putih tahun lalu.
Read Also
Menurut pernyataan Savage dalam video itu, kelompok sosialis demokratis merupakan ancaman nyata yang menyebarkan kanker ideologi. "Mereka adalah bajingan komunis garis keras yang harus dihentikan, dikriminalisasi, dan dideportasi," ujar Savage. Trump sendiri sebelumnya menegaskan bahwa gerakan kiri jauh ini lebih berbahaya daripada perang dunia bagi stabilitas domestik.
Sikap agresif Trump ini muncul di tengah lonjakan inflasi yang membuat isu keterjangkauan ekonomi menjadi komoditas politik utama. Partai Demokrat memanfaatkan momentum ini untuk menawarkan program kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, kubu Trump menilai janji kampanye gratisan tersebut hanyalah taktik populis yang mustahil dipenuhi dan merusak fiskal negara.