Rehabilitasi Sosial Terintegrasi Melibatkan Lintas Sektor di Sukabumi
Kementerian Sosial bergerak cepat menangani kasus anak yatim piatu berusia 11 tahun di Sukabumi, Jawa Barat. Anak tersebut memiliki kebiasaan membuka tangki sepeda motor warga untuk menghirup bahan bakar minyak. Pihak balai rehabilitasi sosial melakukan kunjungan berkala guna menyusun rencana intervensi jangka panjang.
Berdasarkan asesmen medis, anak berinisial H ini merupakan penyandang disabilitas sensorik rungu dan wicara yang kehilangan orang tuanya sejak tahun lalu. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat pengawasan dari sang kakak kurang optimal. H juga mengalami hambatan komunikasi yang memicu penyaluran emosi pada zat adiktif.
Read Also
Kepala Sentra Phalamartha Febraldi menegaskan pemenuhan hak anak menjadi prioritas utama lembaga pemerintah. "Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh perlindungan serta layanan sesuai kebutuhannya," ujar Febraldi. Pihaknya kini fokus memantau pengobatan rutin H bersama psikiater dan dokter spesialis THT.
Pihak sekolah luar biasa melaporkan adanya perbaikan perilaku yang signifikan sejak H mulai menempuh pendidikan formal. Namun, kecenderungan adiksi terhadap aroma BBM masih muncul sehingga memerlukan pengawasan ketat. Kebijakan perlindungan anak ini selanjutnya akan mengintegrasikan peran Dinas Sosial, Puskesmas, dan psikolog secara komprehensif.